Di era society saat ini, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk upgrade sekaligus saling sharing ilmu, lho. Salah satunya dengan membangun komunitas online yang sesuai passion maupun profesi. Misalnya, komunitas sepeda, komunitas baca, komunitas digital marketing, dan sebagainya.
5 Tips Membangun Komunitas yang Anggotanya Aktif dan Asyik
Apa yang dimaksud dengan komunitas? Komunitas adalah kelompok sosial yang menyatukan bermacam-macam individu dengan kesamaan minat atau tujuan. Membangun komunitas sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa pun. Akan tetapi, tidak semua komunitas bisa berkembang dan maju. Apalagi jika sebagian anggotanya pasif. Jadi, bagaimana cara membangun komunitas supaya hidup dan menyenangkan? Yuk, simak beberapa tips berikut!
1. Ciptakan Interaksi dengan Melempar Topik Menarik
Sama halnya seperti memancing ikan. Untuk membuat anggota komunitas mau aktif, kamu perlu rutin memberikan “umpan”. Caranya, lempar topik yang bisa menarik perhatian semua anggota grup sehingga mau berbincang dan bertukar pendapat. Dengan catatan, topiknya harus positif dan membangun ya.
Jika komunitasmu berisi penggemar tanaman, misalnya. Kamu bisa melempar topik cara terbaik merawat tanaman, jenis tanaman yang sekarang lagi banyak diburu, dan sebagainya. Atau kalau komunitasmu isinya para digital marketer, coba lempar topik diskusi mengenai cara promosi terbaru di internet, strategi digital marketing terbaru, dan sebagainya.
2. Berlakukan Aturan Biar Tak Ada Silent Reader
Kamu yang terbiasa berkomunitas dengan aktivitas banyak secara online, pasti melihat kalau yang aktif di grup orangnya bisa dihitung dengan jari. Biasanya, orangnya hanya itu-itu saja. Padahal dalam satu komunitas online anggotanya bisa ratusan, bahkan ribuan (tergantung platform yang digunakan). Ini akibat tidak adanya aturan yang tegas di dalam grup tersebut.
Bahayanya, kalau sudah terlalu banyak anggota yang silent reader, ini bisa menular. Jika dibiarkan, lama kelamaan grup komunitas akan mati suri. Untuk mengatasinya, kamu perlu membuat aturan khusus, misalnya jika tidak aktif dalam jangka waktu tertentu, maka tidak bisa lagi berada di grup. Jika kamu menggunakan telegram, kamu bisa mengaktifkan bot khusus yang dapat mendata dan melacak memberi aktif dan tidak aktif. Kemudian, buat rules, jika member tidak aktif maka bot akan mengeluarkan member tersebut dari grup komunitas.
3. Jadwalkan Meet Up Offline atau Kopdar
Walaupun didirikan secara online, sesekali komunitas juga perlu melakukan meet up atau kopi darat. Pertemuan secara langsung begini akan membantu para anggota bisa saling mengenal dan bisa jadi lebih akrab. Supaya banyak yang hadir, pastikan kamu membuat polling jadwal di grup, sehingga jadwal pertemuan bisa disepakati bersama.
Supaya hemat budget, acara bisa dilakukan di rumah salah satu anggota komunitas. Acara meet up juga bisa diisi dengan workshop, diskusi, atau hanya sekadar mengobrol ringan bertukar peluang sembari menikmati kopi Kapal Api Special Mix Gula Aren supaya suasana tambah hangat dan akrab. Jangan lupa siapkan makanan ringan yang enak, ya.
4. Bikin Program atau Kegiatan Bermanfaat
Komunitas tentu mempunyai visi dan misi yang ingin dicapai. Oleh sebab itu, kamu harus mendiskusikan dengan anggota untuk membuat program atau kegiatan bermanfaat secara rutin. Misalnya, program sharing session dengan topik berbeda setiap minggu, mengadakan webinar, atau bikin acara offline terkait lingkungan, kegiatan sosial, dan sebagainya.
Artinya, komunitas tidak hanya untuk kumpul-kumpul, tapi bisa jadi media belajar dan upgrade ilmu, bahkan bisa sebagai wadah kegiatan untuk kemanusiaan. Jangan lupa setiap ada acara, bagikan keseruan acara di media sosial komunitas. Tujuannya, supaya semakin banyak orang tertarik untuk bergabung.
5. Membuat Merchandise untuk Branding dan Event
Supaya makin asyik dan rasa memiliki dari setiap anggota tumbuh, coba buat merchandise komunitas. Bisa berupa t-shirt, jaket, hoodie, gantungan kunci, pin, topi, dan lainnya. Jika memiliki dana yang mencukupi, kamu bisa langsung membuatnya dan membagikan merchandise kepada setiap anggota. Namun, apabila terkendala biaya, kamu bisa mendiskusikannya di grup dengan jalan patungan.
Adanya merchandise akan menjadi branding, yang bisa jadi malah membuat komunitasmu jadi populer karena dianggap sebagai komunitas yang bermanfaat dan mampu memberdayakan membernya. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada banyak brand yang ingin bekerja sama dengan komunitas yang kamu bangun.
***
Komunitas sejatinya tak hanya tempat untuk berkumpul, tapi juga berinteraksi. Jadi, penting untuk membuatnya aktif dan asyik, termasuk untuk komunitas online.