1. Secangkir Inspirasi
  2. »
  3. Tipe Kolaborasi yang Bisa Kamu Terapkan di Tempat Kerja. Mana yang Sudah Kamu Coba?

inspirasi hari ini

Tipe Kolaborasi yang Bisa Kamu Terapkan di Tempat Kerja. Mana yang Sudah Kamu Coba?

Tipe Kolaborasi yang Bisa Kamu Terapkan di Tempat Kerja. Mana yang Sudah Kamu Coba?

Kolaborasi di tempat kerja memberi dampak positif bagi perusahaan. Kolaborasi bisa membuka peluang meningkatnya produktivitas, mendorong terciptanya inovasi, dan membuat tim kerja jadi lebih solid. Dengan berkolaborasi, pencapaian target pun jadi lebih mudah lho. Nah, pada artikel kali ini, kamu bisa mengenal beberapa tipe kolaborasi, dan mencari tahu tipe kolaborasi mana yang sudah kamu coba. Baca sampai selesai, ya.

Tipe dan Jenis Kolaborasi di Tempat Kerja

1. Internal Collaboration (Kolaborasi Internal)

Kolaborasi internal adalah kolaborasi yang terjadi di antara beberapa orang atau sekelompok orang yang berbagi keterampilan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Jika menerapkan kolaborasi internal, kamu bisa berbagi informasi dengan teman kolaborasimu, saling berbagi ide dan keahlian sehingga pekerjaan jadi lebih cepat selesai, dan kinerja masing-masing individu jadi lebih produktif. Tetapi yang perlu diingat, informasi hanya boleh dibagikan di antara anggota tim saja, dan tidak dibagikan ke pihak luar, kecuali memang sudah disetujui semua pihak di dalam tim.

2. External Collaboration (Kolaborasi Eksternal)

Kolaborasi eksternal bisa diselenggarakan antara individu atau tim kerja di dalam perusahaan dengan berbagai pihak di luar perusahaan. Misalnya: 

  • Berkolaborasi dengan konsumen dalam pembuatan iklan yang kekinian.
  • Kolaborasi antara perusahaan dengan pelanggan secara online dalam bentuk giveaway, campaign digital, atau kegiatan lain. 
  • Berkolaborasi dengan vendor untuk penyelenggaraan pelatihan, seminar, webinar, yang bertujuan untuk peningkatan skill dan memperkuat hubungan kerja.
  • Melakukan training inovatif dan berkolaborasi dengan perusahaan lain maupun dengan kompetitor. 

Membuka peluang kolaborasi jenis eksternal ini akan memberi banyak keuntungan lho, semua yang terlibat bisa saling berbagi insight terbaru, melakukan survei, mengetahui target market dengan lebih jelas, bahkan bisa mengetahui kepuasan pelanggan terhadap suatu produk atau layanan bisnis.

3. Team Collaboration (Kolaborasi Tim)

Kolaborasi tim merupakan salah satu jenis kolaborasi yang paling umum dan paling sering terjadi di tempat kerja. Kalau ingin menerapkan jenis kolaborasi ini, kamu dan beberapa rekan kerja perlu membentuk satu tim atau satu kelompok kerja. Kemudian, perlu ada pembagian peran dan tugas untuk masing-masing orang sehingga penyelesaikan pekerjaan juga lebih efektif dan lebih cepat. Ciri khas kolaborasi tim:

  • Pembagian tugas dan peran di dalam tim jelas untuk tiap orang.
  • Ada ketua tim yang bertugas menjadi pengarah dan pengawas anggota lainnya. 
  • Tenggat waktu pekerja jelas, baik untuk masing-masing orang maupun tenggat waktu keseluruhan pekerjaan.
  • Kesuksesan pekerjaan berarti milik semua orang di dalam tim. 

4. Community Collaboration (Kolaborasi Komunitas)

Kolaborasi komunitas terbentuk dari kesamaan minat dari para anggotanya. Tujuannya, tentu saja untuk berbagi pengetahuan, meningkatkan wawasan, dan keterampilan. Jika kamu ingin mengembangkan diri dan memperluas networking, kamu bisa bergabung dalam komunitas, baik komunitas yang ada di internal perusahaan maupun yang ada di luar perusahaan.

Contoh, kamu bergabung di komunitas digital marketing yang ada di telegram grup. Komunitas ini dibentuk oleh salah satu rekan kerja dari divisi lain. Semua orang di perusahaan, dari divisi mana pun, boleh bergabung, asalkan memiliki kesamaan minat dalam bidang digital marketing. Kemudian, setiap anggota boleh mengajukan berbagai pertanyaan dan menerima saran dari anggota lain. 

Setelahnya, masing-masing dari anggota akan menerapkan pengetahuan yang didapatkan di komunitas untuk menyelesaikan pekerjaan di divisi masing-masing. Dengan kata lain, komunitas hanya sebagai wadah untuk saling membantu, dan tidak selalu mendapatkan timbal balik dari satu anggota komunitas ke anggota lainnya. 

5. Cloud Collaboration (Kolaborasi Awan)

Jenis kolaborasi cloud memungkinkan beberapa orang bekerja sama untuk mengakses, membaca, melakukan editing, membuat bagan, dan sebagainya, pada satu dokumen berbasis cloud secara real time. Misalnya, membuat laporan di Google slide, Gdoc, spreadsheet, bahkan bisa pula menggunakan aplikasi atau software Asana, Trello, dan sebagainya. Keuntungan kolaborasi cloud:

  • Memudahkan kerja sama tim dari jarak jauh (antar kantor, antar perusahaan, individu yang bekerja di rumah masing-masing).
  • Proses penyelesaian pekerjaan jadi lebih cepat.
  • Tidak perlu kirim file kerjaan dari satu orang ke orang lain di dalam tim sehingga menghabiskan waktu lama.
  • Hemat waktu dan hemat kapasitas penyimpanan di email

Kolaborasi di tempat kerja banyak jenisnya. Kamu tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan. Pada saat kolaborasi, selingi dengan kegiatan lain di luar pekerjaan demi meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas. Misalnya, mengadakan ngopi time di sela-sela kerja dengan menyediakan kopi Kapal Api Special Mix Gula Aren yang bisa dipilih masing-masing orang sesuai selera. Cara ini bisa meningkatkan semangat untuk bekerja dengan lebih baik lagi. Nah, mana dari tipe kolaborasi di atas yang sudah kamu coba? Bagi pengalamanmu, yuk.


CEK ARTIKEL LAINNYA
PT. Santos Jaya Abadi (KAPAL API) ALL RIGHTS RESERVED.